MEDAN | Suara Indonesia Raya - (15/08)
Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara berencana menggelar aksi dan doa bersama di depan Helen’s Night Mart, Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus respons PW Pemuda Muslim Sumut atas pengungkapan dugaan peredaran narkotika dalam bentuk cartridge vape atau yang dikenal sebagai “pod getar” di THM Helen’s oleh Satres Narkoba Polrestabes Medan bersama TNI dan Bea Cukai.
Dalam pengungkapan yang berlangsung sejak Sabtu (1/8/2026) malam hingga Minggu (2/8/2026) dini hari, petugas mengamankan seorang pria berinisial FA (24). Polisi juga menemukan tiga unit vape yang diduga mengandung narkotika.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan urine terhadap sekitar 250 pengunjung. Dari pemeriksaan tersebut, tiga orang pengunjung, terdiri dari dua pria dan satu perempuan, dinyatakan positif narkoba.
THM Helen’s Night Mart selanjutnya disegel dan dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyidikan.
Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Chaerul Umam Sinaga, S.Sos., meminta aparat tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap para pengunjung.
Menurut Chaerul, pengungkapan kasus tersebut harus dikembangkan untuk membongkar jaringan pemasok dan pengedar narkotika yang diduga berada di balik peredaran barang terlarang tersebut.
“Bongkar pemasok narkoba di tempat hiburan malam. Jangan hanya berhenti pada tes urine pengunjung. Kalau memang ditemukan adanya peredaran narkotika, jaringan pemasoknya harus diusut sampai tuntas,” tegas Chaerul.
Ia mengatakan, pengunjung yang terbukti positif narkoba tetap harus mendapatkan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, di sisi lain, pihak yang memasok dan mengedarkan narkotika juga harus menjadi fokus utama pengembangan penyidikan.
“Tidak ada tempat bagi pengguna dan pengedar narkoba di wilayah Sumatera Utara ini. Kami akan terus menyoroti persoalan ini karena kalau dibiarkan, akan semakin banyak generasi muda yang menjadi korban,” ujarnya.
Soroti Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Selain mendesak aparat mengusut jaringan narkotika, PW Pemuda Muslim Sumut juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap tempat hiburan malam.
Chaerul meminta Dinas Pariwisata dan instansi terkait memastikan seluruh tempat hiburan malam menjalankan kegiatan sesuai izin serta mematuhi ketentuan peraturan daerah dan peraturan wali kota, termasuk ketentuan mengenai jam operasional.
“Dinas Pariwisata jangan hanya diam. Pengawasan terhadap tempat hiburan malam harus dilakukan. Kalau ada dugaan pelanggaran Perda maupun Perwal terkait jam operasional, harus diperiksa dan ditindak sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga meminta pengawasan terhadap usia pengunjung diperketat agar anak di bawah umur tidak dapat dengan mudah masuk ke tempat hiburan malam.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak dan generasi muda harus menjadi prioritas. Pengawasan usia pengunjung, jam operasional, peredaran narkotika, serta kepatuhan terhadap izin usaha harus dilakukan secara terpadu.
“Sumut Juara Narkoba” Harus Menjadi Alarm
Chaerul menilai berbagai pengungkapan kasus narkotika di Sumatera Utara harus menjadi alarm serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.
Menurutnya, istilah “Sumut Juara Narkoba” bukan sesuatu yang patut dibanggakan, melainkan harus menjadi peringatan bahwa pemberantasan narkotika masih membutuhkan kerja keras dan langkah nyata.
“Kalau sampai muncul anggapan Sumut juara narkoba, itu bukan prestasi dan bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Itu alarm bagi kita semua. Pemerintah dan aparat harus bekerja lebih keras untuk memutus mata rantai peredaran narkoba,” katanya.
Ia menegaskan pemberantasan narkotika tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi penangkapan atau ketika suatu kasus menjadi perhatian publik. Pencegahan, pengawasan, penindakan, dan evaluasi terhadap tempat hiburan malam harus dilakukan secara berkelanjutan.
Kado Pahit di Hari Kemerdekaan RI ke-81
PW Pemuda Muslim Sumut juga menilai pengungkapan dugaan peredaran narkotika di THM Helen’s menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum untuk melakukan evaluasi bersama.
“Jangan sampai momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 justru diwarnai dengan kabar tentang narkoba yang mengancam generasi muda. Ini menjadi kado pahit yang harus kita jadikan momentum untuk berbenah,” ujar Chaerul.
Ia menegaskan aksi dan doa bersama yang direncanakan akan dilaksanakan secara damai dan tertib. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi serta mengajak masyarakat bersama-sama memerangi narkotika.
PW Pemuda Muslim Sumut meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan jaringan pemasok narkotika, sementara pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan terhadap tempat hiburan malam.
Organisasi tersebut juga mendorong evaluasi terhadap kepatuhan tempat hiburan malam terhadap ketentuan jam operasional dan aturan terkait usia pengunjung.
“Kita tidak ingin generasi muda menjadi korban berikutnya. Perang terhadap narkoba harus dilakukan bersama dan jangan berhenti pada seremoni. Harus ada tindakan nyata,” pungkas Chaerul.
Lima Tuntutan PW Pemuda Muslim Sumut
PW Pemuda Muslim Sumut menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni:
1. Mengusut tuntas jaringan pemasok dan pengedar narkotika di tempat hiburan malam.
2. Tidak berhenti pada pemeriksaan atau tes urine pengunjung, tetapi mengembangkan penyidikan hingga ke sumber pasokan.
3. Memperkuat pengawasan seluruh tempat hiburan malam di Sumatera Utara.
4. Memeriksa dugaan pelanggaran Perda dan Perwal terkait jam operasional tempat hiburan malam.
5. Memperketat pengawasan terhadap anak di bawah umur agar tidak masuk ke tempat hiburan malam.
PW Pemuda Muslim Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemberantasan narkotika di Sumatera Utara. Organisasi tersebut menyerukan agar pemberantasan narkoba tidak berhenti pada penindakan terhadap pengguna, tetapi juga menyasar jaringan pemasok dan pengedar serta memperkuat pencegahan untuk melindungi generasi muda. (Redaksi/07)










