JAYAPURA | Suara Indonesia Raya - (04/08)
Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) resmi memperkenalkan organisasi KAPMI di Jayapura, Papua, Selasa (4/8/2026). Kehadiran KAPMI menjadi langkah strategis dalam mendorong lahirnya generasi muda Papua yang mandiri melalui kewirausahaan.
Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman, menegaskan bahwa masa depan Papua berada di tangan generasi mudanya. Karena itu, KAPMI hadir sebagai wadah pembinaan yang membekali anak-anak muda dengan keterampilan, pendampingan, serta akses untuk membangun usaha di daerahnya sendiri.
“Kami tidak ingin anak Papua hanya menjadi pencari kerja. Kami ingin mereka menjadi pencipta kerja. Berusaha di tanah sendiri, untuk membangun kampung sendiri,” ujar Muliansyah.
Menurutnya, KAPMI akan fokus pada pengembangan kapasitas wirausaha melalui pelatihan kewirausahaan dasar, mentoring bisnis, digital marketing, hingga pendampingan dalam memperoleh akses permodalan. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan pengusaha muda yang kompetitif dan berdaya saing.
Adapun sektor usaha yang menjadi prioritas meliputi pertanian, kuliner, kerajinan, pariwisata, serta ekonomi digital. KAPMI ingin mendorong generasi muda Papua agar mampu melihat potensi ekonomi yang ada di wilayahnya dan mengembangkannya menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Selain memberikan pembinaan, KAPMI juga membangun kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai pelaku usaha untuk memperluas akses pasar, jejaring bisnis, dan peluang kemitraan bagi para anggotanya.
Dengan mengusung semangat “Dari Papua, Untuk Papua”, KAPMI menargetkan lahirnya sedikitnya 100 pengusaha muda Papua dalam waktu dekat. Melalui program tersebut, organisasi berharap semakin banyak anak muda yang memilih membangun usaha di kampung halaman dibanding harus merantau mencari pekerjaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KAPMI Perguruan Tinggi, Oktowimelek Gobai, yang merupakan putra asli Papua, mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelaku ekonomi di tanah kelahirannya.
“Saatnya anak muda Papua menjadi tuan di negeri sendiri. Semoga dengan KAPMI ini, kita bisa melahirkan generasi-generasi Papua menjadi pengusaha di masa yang akan datang,” katanya.
Kehadiran KAPMI di Papua diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem kewirausahaan yang kuat, mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui peran aktif generasi muda.(TGF)










