YOGYAKARTA | Suara Indonesia Raya - (30/07)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba. Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian Pra Temu Nasional BEM Nusantara ke-15 yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Dalam forum tersebut, BEM Nusantara Sumatera Utara menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara telah menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian lebih luas, termasuk di tingkat nasional. Organisasi mahasiswa itu menilai penanganan narkoba tidak cukup dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan harus melibatkan seluruh elemen bangsa.
BEM Nusantara Sumatera Utara mendorong agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Badan Narkotika Nasional, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan kalangan mahasiswa memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta edukasi bahaya narkotika.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Sumatera Utara, Yogi Mahendra, mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang harus diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Kami mendukung setiap kebijakan dan langkah nyata yang bertujuan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Permasalahan ini harus menjadi tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan sinergi seluruh elemen bangsa agar Sumatera Utara tidak lagi dikenal sebagai daerah yang rentan terhadap peredaran narkoba,” ujar Yogi Mahendra.
Menurutnya, komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang selama ini membangun sinergi dengan BNNP Sumatera Utara perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang berkelanjutan dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Melalui Pra Temu Nasional BEM Nusantara ke-15, BEM Nusantara Sumatera Utara berharap lahir rekomendasi nasional yang mampu memperkuat strategi pemberantasan narkoba, meningkatkan efektivitas rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan, serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika.
BEM Nusantara Sumatera Utara menegaskan akan terus mengambil peran sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak pada keselamatan masyarakat serta masa depan generasi muda Indonesia. (redaksi/20)










