Bandung | Suara Indonesia Raya - (07/08)
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan kepemimpinan strategis bagi calon pemimpin TNI dalam menghadapi tantangan nasional.Kuliah umum yang berlangsung di kampus Seskoad, Bandung, Jawa Barat, dihadiri Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, Wakil Komandan Seskoad, serta jajaran pejabat utama Seskoad. Sebelum menyampaikan materi, Dudung juga meninjau Museum dan Perpustakaan Seskoad.

Dalam pemaparannya, Dudung menjelaskan bahwa Kantor Staf Presiden (KSP) memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan efektif. Menurutnya, KSP bertugas menerjemahkan arahan Presiden menjadi program yang terukur, memantau pelaksanaannya, serta menyelesaikan berbagai hambatan yang muncul di lapangan.
“KSP bertugas menyelesaikan berbagai persoalan yang menghambat pelaksanaan program pemerintah, baik yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, badan usaha, maupun masyarakat,” jelas Dudung.

Ia mengungkapkan, berbagai persoalan yang berhasil diselesaikan KSP dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, badan usaha, hingga aparat penegak hukum. Pendekatan tersebut dinilai penting agar program strategis nasional dapat berjalan sesuai target.
Selain menjelaskan peran KSP, Dudung juga membagikan pengalaman dalam mengawal program prioritas nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang matang, tetapi juga pada kemampuan membangun koordinasi lintas sektor, melakukan verifikasi lapangan, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata.

Menurutnya, pendidikan di Seskoad memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir strategis para Perwira Siswa. Para Pasis dibekali kemampuan menyusun rencana, mengelola sumber daya, mengidentifikasi risiko, hingga mengambil keputusan secara tepat dalam setiap penugasan.
Mengakhiri kuliah umum, Dudung mengajak seluruh Pasis untuk menerapkan system thinking, yakni melihat persoalan secara menyeluruh agar mampu menemukan akar masalah. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu menyusun konsep, tetapi juga harus mampu mengeksekusi kebijakan, membangun kolaborasi, menjaga integritas, serta menumbuhkan kepercayaan dalam menjalankan tugas. (Redaksi/SB : Pen Seskoad)










