GUNUNGSITOLI | Suara Indonesia Raya - (06/08)
Program Bakti TNI untuk Rakyat terus menunjukkan progres nyata melalui pembangunan jembatan modular sepanjang 30 meter di Dusun I, Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli. Hingga Rabu (5/8/2026), pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran bagian bawah abutmen dengan capaian progres pembangunan sebesar 12,2 persen.Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan warga yang selama ini harus menyeberangi sungai tanpa jembatan, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah.
Jembatan modular ini akan menghubungkan Desa Lolomoyo Tuhemberua dengan Desa Lolowonu Niko’otano melalui ruas jalan strategis antardesa. Pada tahap saat ini, personel gabungan melaksanakan pengecoran bagian bawah abutmen sebagai fondasi utama sebelum memasuki proses konstruksi berikutnya.

Pengerjaan dilakukan secara terpadu oleh personel Yon TP 903/Baluseda, Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Babinsa Koramil 01/Gunungsitoli Kodim 0213/Nias, serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan seperti excavator, mesin molen, cangkul, parang, sabit, dan artco digunakan untuk mempercepat proses pembangunan.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan implementasi nyata komitmen TNI AD melalui Program Bakti TNI untuk Rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat. Melalui program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, TNI ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat di kawasan Gunungsitoli Barat.(redaksi/sb: I BB)










