Medan | Suara Indonesia Raya - (25/07) Suara Indonesia Raya (25/7).
PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara melalui Sekretarisnya, Chaerul Umam Sinaga, S.Sos, meminta agar seluruh tahapan pembangunan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan yang direncanakan berlanjut pada Tahun Anggaran 2027 dilaksanakan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Chaerul menyampaikan, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi gedung harus diiringi dengan pengawasan yang maksimal agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian negara.
Berdasarkan data DIPA Tahun Anggaran 2026, total anggaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan mencapai Rp44.960.205.000, termasuk pagu Rp1.712.130.000 untuk paket Jasa Konsultansi Konstruksi Perencanaan Rehabilitasi Prasarana Perkantoran. Selain itu, pembangunan fisik lanjutan diproyeksikan masuk dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2027.
“Kami berharap proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara terbuka. Apabila terdapat perbedaan hasil antara nilai prakualifikasi dan penetapan pemenang, Pokja wajib memberikan penjelasan yang objektif mengenai penilaian teknis maupun metodologi sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Chaerul, Sabtu (25/7/2026).
Ia menambahkan, sejak Desember 2025 pelayanan Kantor Imigrasi Belawan telah dipindahkan sementara ke Jalan Indrapura Nomor 15 untuk mendukung renovasi gedung utama. Menurutnya, proyek tersebut harus menjadi contoh pembangunan yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.
PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut juga mendorong aparat pengawas internal pemerintah serta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai, sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian.
“Pengawasan sejak dini merupakan langkah preventif agar proyek strategis ini berjalan sesuai aturan, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tutup Chaerul. (Redaksi/12)










