Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, AS Luncurkan Gelombang Serangan Baru, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Foto: Sejumlah kapal tanker dan kapal niaga melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama ekspor minyak dunia.(ist)
banner 468x60

Teheran | Suara Indonesia Raya - (12/07) Suara Harian Medan  – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia.

Menurut pernyataan resmi IRGC, keputusan menutup Selat Hormuz dilakukan setelah sejumlah kapal dilaporkan mencoba melintasi kawasan tersebut melalui jalur yang tidak diizinkan dan mengabaikan peringatan untuk mengubah haluan.

IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan berakhir. Selain itu, Angkatan Laut IRGC memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi terhadap Iran akan dibalas dengan respons keras. Iran juga menyatakan pangkalan-pangkalan musuh yang baru dibangun di kawasan dapat menjadi sasaran apabila konflik semakin meluas.

Tidak lama setelah pengumuman tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran dalam sepekan terakhir.

CENTCOM menyebut operasi itu dilakukan setelah pasukan IRGC menyerang M/V GFS Galaxy, kapal kontainer berbendera Siprus yang sedang melintasi Selat Hormuz. Menurut militer AS, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional.

“Amerika Serikat terus membebankan konsekuensi berat kepada Iran dengan melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang berlayar bebas melalui selat tersebut,” demikian pernyataan CENTCOM.

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilaksanakan atas perintah Presiden Donald Trump. Washington mendesak Iran menghentikan seluruh serangan terhadap kapal dagang serta membuka kembali jalur pelayaran internasional tanpa hambatan maupun pungutan.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah sepakat melanjutkan pembicaraan meskipun situasi keamanan masih memanas. Namun, Trump juga menyebut gencatan senjata sebelumnya telah berakhir.

Sementara itu, sumber diplomatik Iran mengungkapkan bahwa Iran, Amerika Serikat, Qatar, dan Pakistan tengah mengatur perundingan melalui sambungan telepon dengan mediasi Oman. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diketahui telah berada di Oman dan bertemu Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi untuk membahas mekanisme yang dapat menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Kantor berita pemerintah Oman melaporkan bahwa pembahasan akan dilanjutkan pada tingkat teknis dan politik sebagai bagian dari upaya meredakan konflik yang terus mengancam stabilitas kawasan Teluk.

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur strategis tersebut selama ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Gangguan terhadap arus pelayaran di kawasan itu diperkirakan dapat memicu lonjakan harga minyak dunia, mengganggu rantai pasok energi internasional, serta memperburuk tekanan inflasi di berbagai negara.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *