Danantara Audit PT Pos Indonesia, Dugaan Rekayasa Keuangan Diusut Usai Dirut Mengundurkan Diri

Foto: Kantor PT Pos Indonesia menjadi sorotan setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan audit menyeluruh menyusul pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph.
banner 468x60

Jakarta | Suara Indonesia Raya - (05/07) Suara Harian Medan (5/7) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah melakukan audit menyeluruh terhadap PT Pos Indonesia (Persero) menyusul pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph pada Kamis (2/7/2026). Audit tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola perusahaan dan restrukturisasi menyeluruh.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan PT Pos Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Dari hasil evaluasi awal, Danantara menemukan sejumlah indikasi penyimpangan tata kelola, termasuk dugaan manipulasi atau rekayasa laporan keuangan.

“Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rohan dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Rohan menegaskan Danantara tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik yang merusak tata kelola perusahaan milik negara. Seluruh temuan akan diproses secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan aset negara sekaligus mengembalikan PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas agar mampu menjalankan mandat pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Terkait pengunduran diri Daud Joseph, Rohan menjelaskan keputusan tersebut diambil di tengah proses due diligence atau uji tuntas terhadap aspek keuangan, operasional, organisasi, dan tata kelola perusahaan. Selama tiga bulan terakhir, Daud ditugaskan memimpin pembenahan awal. Namun, hasil asesmen menunjukkan perusahaan membutuhkan transformasi yang lebih fundamental.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan perombakan yang menyeluruh dan fundamental. Kompleksitas persoalan yang dihadapi membutuhkan kepemimpinan dengan keahlian yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyampaikan bahwa pengunduran diri Daud Joseph merupakan keputusan pribadi yang dihormati perusahaan. Perseroan juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

Iwan memastikan proses transisi kepemimpinan akan berlangsung sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Ia juga menegaskan operasional dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal selama masa transisi.

Di sisi lain, kondisi keuangan PT Pos Indonesia sepanjang 2025 mengalami penurunan signifikan. Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp3,97 triliun atau turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp5 triliun, sekaligus hanya memenuhi 63 persen dari target sebesar Rp6,2 triliun.

Laba bersih perusahaan juga turun menjadi sekitar Rp306 miliar, jauh di bawah target Rp860 miliar. Penurunan paling tajam terjadi pada sektor logistik, dengan pendapatan merosot dari Rp2 triliun menjadi Rp600 miliar akibat berkurangnya penugasan distribusi bantuan sosial dari pemerintah sepanjang 2025.

Audit yang dilakukan Danantara diharapkan menjadi langkah awal dalam mengungkap berbagai persoalan internal perusahaan sekaligus mempercepat proses restrukturisasi agar PT Pos Indonesia kembali memiliki kinerja yang sehat dan berdaya saing. (Red)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *