suaraindonesiaraya.com , Cianjur – Batik di Indonesia merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan dan dijaga oleh setiap masyarakat Indonesia. Hal ini membuat hati dari Calon Gubenur Jawa Barat, Mayjen (Purn) H. Tatang Zaenudin atau yang biasa disebut dengan panggilan akrab kang Tatang merasa terpanggil untuk mengkembangkan dan melestarikan batik Cianjur yang merupakan tanah kelahirannya.

Kang Tatang bersama 2 perajin batik khas Cianjur yaitu Kang Surherlan selaku pemilik  Batik Putri , Kang Danny selaku pemilik batik dari Danny Batik dan Kang Erick selaku Pemilik butik dari Fashion Filosofi terlihat sangat asik berdiskusi tentang bagaimana Batik Cianjur bisa terus berkembang dan dilestarikan di tempat workshop batik Cianjur di desa Maya,Cibeber, Cianjur , Jumat (20/10)pagi.

Desain motif situs gunung padang

Kata Surherlan mengatakan Terlahir batik Cianjur pada waktu dulu ada Batik yang ingin di ambil oleh Negara Malaysia dan terus adanya keputusan Kemendagri RI pada sekitar 2012 bahwa setiap kabupaten harus memiliki motif batik masing-masing, sedangkan kita dari Cianjur itu punya motif seperti pandan wangi, lapu genturan dan ayam pelung, ujar kang surherlan.

Untuk saat ini dari pemimpin anak baru Cianjur kita membuat motif ayam jago dan kebetulan hari ini bisa dilihat para perajin kita sedang mengerjakan batik ini untuk dipakai pada acara mojang jajaka dan karya nusantara untuk acara pariwisata Cianjur pada tanggal 28 Oktober 2018 di Situs Gunung Padang nantinya, ujar kang Surhelan kembali.

Diskusi bersama Batik Cianjur

Kang Erick mengatakan saya melihat dari sisi seorang desainer, saya membuat suatu kreasi peninggalan-peninggalan Cianjur yang akan dituangkan pada satu kain dan kita perkuat lagi sehingga saya bisa perkenalkan ke publik ada filosofi dan cerita sejarah dalam kain batik tersebut, seperti nantinya Kang Tatang akan saya bisa buat desainer baju batik motif Situs Gunung Padang atau Motif ayam Jago dikombinasi dengan motif pandan wangin jadi pada saat kita memakai orang tahu itu adalah batiknya asli orang cianjur, ujarnya.

Tidak sampai hanya disitu saja, saya ingin memperkenalkan batik Cianjur ini melalui kreatifitas saya ke nasional hingga dunia nantinya, ungkap kang Erick.

Kang Danny berkata intinya kita disini merasakan kesulitan untuk bahan baku, kita masih mendatangkannya dari luar Cianjur karena disini tidak ada pengusah bahan baku kain batik Cianjur jadi kita hanya bisa melakukan sharing saja sesama pengusaha batik dan bahkan dalam tanda kutip ada mafia dalam pengusaha kain batik.

Peranjin batik Cianjur dan motif ayam jago

Kang Tatang Mengatakan saya datang kesini karena mendengar dan ingin melihat para peranjin batik Cianjur karena saya adalah orang asli Cianjur. Saya ingin nantinya bisa memperdayakan para UKM dari Jawa Barat dan membantu agar semua masyarakat  dari home industri bisa berkembang dan hidup sejahtera, ujar kang Tatang.

Ini merupakan bentuk dari keperdulian saya terhadap rakyat dan anak saya yang pertama harus saya perhatikan, jangan sampai seperti sekarang ini usaha sudah 7 tahun hanya bisa makan pagi, siang,malam dan ini amat di sayangkan, ungkap kang Tatang.

Motif batik sedap malam ciri khas Kec.Cibeber -Cianjur

Saya sangat bangga dan akan meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk memfasilitasi segala sesuatunya untuk batik Cianjur dan nama Kota Cianjur supaya bisa terkenal dimata nasional sehingga dunia,tutur kang Tatang.

Kang Tatang meminta untuk warga Cianjur dan Warga Jawa Barat disini ada peranjin batik yang kualitasnya sangat bagus dan motif sangat bagus juga mempunyai filosofi tinggi yang dibantu oleh desainer Fashion Filosofi jadi silakan kepada saudara-saudara,sahabat-sahabat saya sebangsa dan setanah air jika ingin mendapatkan batik seperti ini bisa langsung ke desa Maya di Kecamatan Cibeber yang hanya 15 menit dari Kota Cianjur. (Rika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here