Warning: Illegal string offset 'td_post_template' in /home/suaraind/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_single_template_vars.php on line 75
Semua Itu Satu ( SIS ) | Suara Indonesia Raya
Monday, January 22, 2018

Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraind/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008
Home POLITIK PILKADA Semua Itu Satu ( SIS )

Semua Itu Satu ( SIS )

49
0

suaraindonesiaraya.com –

Semua Itu Satu ( SIS) adalah perwujudan dari nilai dasar Ketuhanan YME yang terkandung di dalam Sila Pancasila, yaitu Sila Pertama.

Dalam Sila ini menunjukan eksistensi NKRI mengakui keberagaman keyakinan, baik itu umat Budha, Hindu, Protestan, Katolik, Konghuchu dan Islam.

34 Provinsi, 514 Kabupaten/Kota dapat dipastikan tidak ada satu daerah pun yang hanya di huni oleh hanya satu keyakinan satu kepercayaan, tapi sudah dapat dipastikan bahwa 34 Provinsi, 514 Kab/Kota Semua Itu Satu kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

Semua Itu Satu yang ternafaskan di Sila Pertama dalam Pancasila, maka sudah dapat dipastikan budaya menyertai sinergis pada Ketuhanan YME, karena budaya adalah pintu moral.

Semua Itu Satu dalam berbeda-beda budaya dalam muara gotong royong dan beragam pada Bhineka Tunggal Ika.

Semua Itu Satu pada Ketuhanan YME, Budaya, Gotong royong dan Bhineka Tunggal Ika yang terserap secara mendalam sebagai pijakan filosofi Visi Kotamadya Cirebon. Dimana terlihat jelas pada motto, serta lambang Kota Cirebon.

Motto Daerah yang merupakan semboyan kerja adalah Gemah Ripah Loh Jinawi, yang bermakna :

Pengertian Bahasa:
Gemah Ripah berarti negara jembar serta banyak rakyatnya. Loh Jinawi artinya subur makmur;

Pengertian Keseluruhan:
Gemah Ripah Loh Jinawi adalah perjuangan masyarakat sebagai bagian bangsa Indonesia bercita-cita menciptakan ketentraman, perdamaian, kesuburan, keadilan, kemakmuran, tata raharja serta mulia abadi

Lambang Daerah :
Lambang daerah yang dilukiskan dalam tata warna sebagimana tertuang dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1989 adalah sebagai berikut :

Daun jati yang berwarna hijau tua, mengandung arti bahwa pada jaman dahulu di Cirebon ada seorang pemimpin para wali yang berbudi luhur dan bertahta, disemayamkan di Gunung Jati dengan nama Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, yang menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa. Dan Sembilan buah bintang berwarna putih, mengandung arti Walisanga.

Kota Cirebon terkenal sebagai tempat berkumpulnya para wali untuk bermusyawarah dalam hubungannya dengan ilmu agama Islam, yaitu : 4 buah bintang di atas dasar kuning emas, menggambarkan ilmu Syari’at, Hakekat, Tarikat, dan Ma’rifat.

5 buah bintang di dalam gambar daun jati, menggambarkan rukun Islam, yaitu : Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji.
Lukisan laut berombak berwarna biru, mengandung arti bahwa masyarakat Cirebon mempunyai kegiatan bekerja di daerah pantai (nelayan), dengan penuh keikhlasan (jalur putih) dalam menunaikan kewajibannya masing-masing untuk kepentingan bangsa dan negara.

Gambar Udang rebon berwarna kuning emas, mengandung arti bahwa hasil laut telah memberikan kemakmuran kepada masyarakat Cirebon. Adapun udang rebon merupakan bahan baku untuk pembuatan terasi yang terkenal dari kota Cirebon.

Garis bergerigi sembilan buah berwarna hitam, yang melukiskan benteng yang mendatar berpuncak sembilan buah, mengandung arti bahwa Kotamadya Cirebon bercita-cita melaksanakan pembangunan di segala bidang untuk kemakmuran rakyat.

Perisai yang bersudut lima, mengandung arti perjuangan dalam mempertahankan dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945.

Warna dasar kuning emas pada perisai bagian atas, melambangkan kota Cirebon sebagai kota pantai yang bercita-cita melaksanakan pembangunan di segala bidang untuk mewujudkan masyarakat yang tertib, tenteram, adil dan makmur.

Warna putih pada perisai bagian bawah, melambangkan Kota Cirebon letaknya di pinggir laut (kota pantai) yang siap sedia (jalur biru) memberikan hasil laut yang berguna dan berharga bagi kehidupan rakyatnya.

Pita melingkari perisai dengan warna kuning, melambangkan persatuan, kebesaran dan kejayaan. Dasar lambang yang berwarna hitam, melambangkan keabadian.

Hal diatas inilah menjadi satu diantara pijakan-pijakan dasar VISI Semua Itu Satu (S.I.S) Dan akan diturunkan pada, Semua Itu Satu Bekarya, Bekerja, Mengabdi (S.I.S – B.B.M) dalam mewujudkan Misi membangun Kota Cirebon dengan kebersamaan untuk perwujudan yang berkarakter, mengabdi membangun masyarakat hidup layak, generasi yang cerdas dengan memberi kemudahan akses pendidikan serta berakar pada partisipasi ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam cita-cita kesejahteraan Cirebon.

Brigjen Pol (P) Drs Siswandi
Calon Walikota Cirebon 2018 – 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here