suaraindonesiaraya.com , Jakarta – Korupsi yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legalmenyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Untuk hal itu Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) mengadakan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan seminar sehari di Mega mendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu(11/10)pagi.

Acara ini mengambil tema ; Bersama kita bisa dan Sub tema : Lawan Korupsi dengan mencerdaskan masyarakat. Acara ini di hadiri oleh bupati Bogor, bupati Depok, Kapolsek, Koramil, para tokoh nasional serta 1000 anggota LAKRI.

Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin selaku Ketua Dewan Pembina LAKRI mengatakan pada tanggal 11 – 13 Oktober 2017 di sini kami melakukan Rapimnas bersama karena hari ini saya akan menyampaikan pesan-pesan kepada adik-adik sekalian dalam rangka Rapimnas ini nantinya setelah selesai akan dapat bermanfaat bagi adik-adik semua dalam melaksanakan tugas-tugasnya di wilayah masing-masing , ujar Kang Tatang pada saat pembukaan acara Rapimnas dan Seminar sehari LAKRI.

Suatu tindakan korupsi ditambah lagi dengan tidak seriousnya aparat dalam memerangi pejahat-pejahat Korupsi di negara kesatuan RI yang kita cintai ini justru yang sering kita lihat di berbagai media banyaknya penegak-penegak hukum yang tertangkap tangan pada saat menerima suap, hal ini menjadikan rakyat tidak percaya kalau negaranya ini sudah bebas korupsi, tuturnya.

Masih banyak masyarakat yang mengeluh dengan biaya-biaya yang sangat tinggi pada bidang kesehatan dan bidang pendidikan sedangkan hal ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya di tanggung oleh negara tetapi seiringan dengan waktu yang kita temukan banyak masyarakat yang meninggal dunia di rumah sakit karena tidak mendapatkan perawatan,Banyaknya anak-anak yang putus sekolah karena tidak mampu untuk membayar biaya sekolah yang sangat tinggi, tuturnya kembali.

Kang Tatang berkata ; Dari wacana tersebut banyak yang kita temukan dimasyarakat sangat bertolak belakang dengan laporan penggunaan keuangan negara khususnya untuk bidang kesehatan dan bidang pendidikan yang sangat besar sekali yang dianggarkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, belum lagi bantuan dari negara-negara tentangga dan para pengusaha . Anehnya masih saja banyak pelayanan pendidikan dan kesehatan tidak memadai juga banyak yang tidak terlayani !

Kemanakah dana anggaran sebesar itu, maka dapat kita simpulkan dana tersebut itu masuk ke kantong oknum-oknum penjabat yang tidak mencintai NKRI dan rakyatnya juga tidak amanah dalam melaksanakan jabatannya sehingga membuat dampak yang menyensarakan rakyatnya, tegasnya.

Perlu saya sampaikan bahwa dalam 3 bulan belakangan ini telah bersosialisasi ke daerah-daerah bahkan sampai ketingkat dusun di wilayah Jawa Barat. Dan dalam bersosialisasi tersebut saya lakukan dengan tidur di rumah rakyat dan tidak di hotel, hal ini saya lakukan gunakan bisa bersatu dan merasakan apa yang rakyat rasakan, ungkapnya.

Dari hal hasil sosialisasi di seluruh wilayah Jawa Barat, saya banyak mendapat laporan dari tiap masyarakat yang saya datangin bahwa benar dan nyata soal permasalahan kesehatan dan pendidikan rakyat dipersulit, banyak orang yang berbicara untuk rakyat tetapi untuk rakyat yamg mana ? Seperti contonya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS rakyat harus mengantri sepanjang 1 KM.

Untuk itu melalui LAKRI ini, mari kita turut serta dalam pencegahan dan pertindakan perilaku tindak korupsi dengan cara Mensosialisasikan tentang dampak dan akibat dari perbuatan Korupsi tersebut sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa menjadi cerdas dan tidak mudah dibohongi oleh para oknum penjabat tersebut, ujarnya menutup.(Rika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here