suaraindonesiaraya.com , Jakarta – Kabar gembira datang tiga minggu menjelang rilis film POSESIF, persembahan perdana Palari Films diproduseri oleh Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia. Film dengan genre romance suspense yang disutradarai oleh Edwin dan ditulis oleh Gina S. Noer ini berhasil memborong 10 nominasi Festival Film Indonesia 2017.

10 nominasi FFI 2017 yang diraih film ini, adalah Nominasi Film Terbaik, Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik (Putri Marino), Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik (Adipati Dolken), Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Cut Mini), Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Yayu Unru), Nominasi Sutradara Terbaik, Nominasi Penulis Skenario Terbaik, Nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik, Nominasi Penyunting Ganbar Terbaik, dan Nominasi Penata Rias Terbaik.

Edwin selaku sutradara mengatakan proses castingnya hampir sama dengan development-nya, kita mulai sejak 2 tahun lalu, sejak awal 2015 lalu," ujar Edwin dalam jumpa pers film Posesif di XXI Senayan City, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/10)sore.

Saya ingin menampilkan realita remaja yang merespon rasa cinta dan kepemilikan secara rancu, sementara kontrol diri masih sulit. Ini bisa mengerikan, ungkap Edwin.

”Pendatang baru yang Iayak diperhitungkan!” menurut majalah Tempo, Putri Marino meraih nominasi pertamanya sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk perannya sebagai Lala.

Sedangkan untuk perannya sebagai Yudhis sang kekasm yang posesif, Adipati Dolken meraih nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik.

Singkat tapi memikat, aktor Yayu Unru meraih nominasi Pemeran Pembantu Pria Terbaik untuk perannya sebagai Ayah Lala. Dan untuk aktingnya yang mencekam sebagai Ibu Yudhis, aktris Cut Mini meraih nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, setelah tahun lalu memenangkan Piala Citra untuk peran utamanya dalam film Athirah.

Dalam perjalanannya menuju penayangan serentak di bioskop jaringan, Palari Films telah bekerja sama dengan sejumlah bioskop mikro untuk memutar film POSESIF di berbagai kota diantaranya Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, dan Surabaya. Sementara itu, akhir pekan ini dan minggu depan akan tiba di Samarinda, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang. Tujuan dari pemutaran ini adalah merangkul bioskop mikro sebagai bagian dari distribusi film dalam ekosistem industri film nasional, sekaligus meningkatkan akses penontonnya.

Film Posesif ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Oktober 2017, jadi jangan lupa ya nonton ajak teman-teman semua biar tidak penasaran. (Rika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here