suaraindonesiaraya.com, Jakarta – Indonesia bukan hanya sebagai negara darurat narkoba tetapi sudah mengalami bencana narkoba maka Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) menyelenggarakan seminar tentang Narkoba dengan tema Solusi Bagi Korban dan Pecandu Narkoba di Aula Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cawang,Jakarta Timur,Sabtu(7/10).

Seminar ini di keynote speaker oleh BrigJend Pol(P) Drs.Siswandi dengan bintang tamu ; Marshanda. Dalam seminar Narkoba ini di bagi dalam 4 sesi diskusi ; Solusi bagi penyalah guna untuk diri sendiri dan pencandu oleh KomJend Pol (P) DR.Drs Anang Iskandar.SH.MH.Msi, Drug Amesty oleh Bob Hasan,SH,MH, Bedah kasus korban dan pecandu Narkoba oleh Dr IIyas,SH,MH , dan Pentingnya Rehabilitasi oleh Sri Hayuni.

Menurut Undang-undang No. 35/2009 Tentang Narkotika ; “Kejahatan narkotika adalah kejahatan tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika.”

KomJend Pol (P) DR.Drs Anang Iskandar.SH.MH.Msi mengatakan ada dua definisi jenis kejahatan Narkotika dalam UU No. 35/2009 Tentang Narkotika yaitu ; Penyalahgunaan Narkotika (Rehabilitation Justice System) dan
Peredaran gelap Narkotika (Criminal Justice System) ,ujarnya pada saat berbicara di depan publik.

Pemerintah telah memiliki program terkait dengan kejahatan narkotika ini yaitu P4GN atau Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, ujar Anang kembali.

Pengedar dan penguna itu berbeda jauh jadi menahan penyalahguna itu merupakan kesalahan, mereka itu harus ditahan pada tempat rehabilitasi karena rehabilitasi sama juga penjara, tutur Anang.

Rehabilitation Justice System dalam pasal 4 UU Narkotika No. 35/2009, bertujuan:
a. menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan danlalau pengembangan iImu pengelahuan dan teknologi.
b. mencegah, melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan narkotika;
c. memberanlas peredaran gelap Narkotika dan Presekusor Narkotika; dan
d menjarnin pengaluran upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi Penyalahguna dan pecandu Narkotika.

Anang menjelaskan kenapa penyalahgunaan harus di rehab karena Kejahatan narkotika adalah kejahatan tentang penyalahguna dan peredaran gelap oleh karena itu demand harus ditekan, UU Narkotika menganut model penghukuman non kriminal(rehabilitasi) tujuannya adalah menyembuhkan sekaligus menekan demand, Penghukuman rehabilitasi itu Iebih “menguntungkan”, yang dihukum penyalahgunanya jadi ditujukan untuk sembuh, bagi keluarga yang bermasalah dengan narkotika menghemat energi“ dan menguntungkan negara karena menghasilkan generasi sehat.

Rehabilitas itu diberikan secara gratis karena sudah dibiayai oleh negara dan ada UU yang menjamin hal ini, tutur Anang.

Point penting yang perlu kita ambil untuk masyarakat luas dalam seminar ini adalah supaya kita tahu sudah ada perintah UU dalam Narkotika jadi jangan kita takut dan apabila anda menjadi korban penyalahgunaan atau apalagi anda pencandu, anda adalah korban kesakitan, anda sudah kehilangan kehidupan masa lalu, kehidupan masa kini sudah hancur dan masa kehidupan masa depan jangan karena perlu kita selamatkan dan kita obati, ujar BrigJend Pol(P) Drs.Siswandi . (Rika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here