Jakarta – Indonesia saat ini  punya satu film yang memperlihatkan suatu dari kekuatan militer Tanah Air , yakni film Merah Putih Memanggil.Film ini diproduksi oleh Puspen TNI, TeBe Silalahi Pictures dan EC Entertainment di dalam film ini sejumlah prajurit dan peralatan asli milik TNI memang dilibatkan dalam film ini.

Film Merah Putih Memanggil merupakan film yang disutradarai Mirwan Suwarso dan penulis skenario TB Silalahi dengan para pemain sejumlah aktor dan aktris Tanah Air, seperti Prisia Nasution, Maruli Tampubolon, Verdy Bhawanta, dan Mentari de Marelle.

Usai mengikuti upacara peringatan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Jawa Barat, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo hadir dalam pemutaran perdana film berjudul Merah Putih Memanggil di XXI Epiwalk, Jakarta Selatan, Kamis (5/10) malam.

Hadir juga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi, dan Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto.

Baru kali ini film kolosal Indonesia diperintahkan Panglima TNI, ujar TB Silalahi sebelum pemutaran film dimulai.

Ini adalah hadiah buat kalian dari TNI agar benar-benar memahami kejiwaan TNI dalam melaksanakan tugas. Film ini keren, keren abis," ujar Gatot, Kamis (5/9).

Film yang bercerita tentang pasukan khusus TNI yang berjuang menyelamatkan penumpang sebuah kapal pesiar dari sandera teroris internasional. Dibintangi antara lain oleh Prisa Nasution dan anggota TNI Maruli Tampubolon.

Ada pula sembilan prajurit Kopassus TNI AD, Marinir TNI AL, dan Paskhas TNI AU yang bermain dalam film ini. Bahkan armada tempur, seperti pesawat Sukhoi SU 30, KRI Diponegoro, dan kapal selam Nagapasa.

Gatot mengatakan film itu dibuat bukan untuk mengangkat nama TNI. Film tersebut merupakan kado dari TNI untuk rakyat.

Film ini adalah hadiah buat rakyat Indonesia dari TNI, agar benar-benar memahami kejiwaan TNI dalam melaksanakan tugas," ujarnya.

Melalui film tersebut, rakyat bisa melihat bagaimana kejiwaan TNI dalam melaksanakan tugas. "Kejiwaan TNI dalam melaksanakan tugas, tidak mau gagal, lebih baik pulang nama," imbuhnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here